KETIK YANG ANDA CARI

Custom Search

Thursday, June 07, 2007

J.E. Sahetapy, Pemberi Teladan dan Penjaga Nurani Hukum & Politik

“Niets kan ik jullie geven, want niets kan ik het mijne noemen. Zelfs de bloemen, die ik tot een snoer voor jullie wil rijgen, ontvang ik van jullie uit Liefde’s ongeziene handen”.(Tidak ada apapun yangn dapat saya berikan pada anda, sebab tidak ada yang saya sebut sebagai milik saya, Bahkan bunga-bunga yang ingin saya rangkai sebagai sebuah kalung, saya terima dari anda dari tangan kasih yang tidak kelihatan." (Noto Soeroto, Fluisteringen der Avondwind), 1917)

Demikian ucapan terima kasih Prof., Dr.,Jacob Elfinus Sahetapy, SH, MA. dalam bukunya "J.E. Sahetapy, ..... yang memberi teladan dan menjaga nurani hukum & Politik" yang diluncurkan pada Rabu, 6 Juni 2007.

SELAMAT ULANG TAHUN KE-75
Prof., Dr.,Jacob Elfinus Sahetapy, SH, MA.

.... kata Pakar tentang J.E. Sahetapy :


Jimly Asshidiqie
Ketua Mahkamah Konstitusi RI


“Pak Sahetapy dikenal kritis dan keras, dengan tutur kata yang “nylekit” dan menyengat tanpa pandang bulu. Dengan begitu banyak orang yang mudah tersinggung karenanya. Tapi sebuah negeri yang telah mengalami kerusakan moral yang parah dalam sistem hukum dan budaya hukumnya, justru memerlukan tokoh seperti ini untuk mendobrak dan membongkar kejumudan atau stagnasi. Saya menaruh hormat kepadanya”.

M. Busyro Muqoddas
Ketua Komisi Yudisial RI

“Terkaparnya perjuangan penegakan hukum dan keadilan selama ini, terutama disebabkan lemahnya kepemimpinan penegak hukum yang memiliki integritas dan sikap ilmiah yang lugas dan berani ambil resiko atas keyakinan ideologi hukumnya. Prof J.E. Sahetapy, merupakan salah satu sosok penegak hukum yang lugas dan berani ambil resiko itu. Semoga beliau telah menyiapkan kader-kadernya”.

Ir. M. Hatta Rajasa
Menteri Hukum & HAM RI

“Keteladanan, telah menjadi barang langka. Penegakan hokum, juga banyak mengalami kendala. Tetapi perjuangan untuk memberikan keteladanan dalam menjaga nurani hukum dan politik dengan berbagai konsekuensinya, telah diperjuangkan sejak lama oleh Prof. Dr. J.E. Sahetapy, S.H., MA.
Integritas dalam penegakan hukum, kecemerlangan dalam pemikiran, dan sikap kritis yang disuarakannya, telah menempatkan Pak Sahetapy sebagai pakar hukum yang memiliki nurani. Ia jernih dalam berpikir dan tegas dalam bertindak”.

Andi Matalatta
Menteri Hukum & HAM RI

“Prof. Sahetapy, saya kenal sebagai orang yang lugas, tegas dan tak pernah merasa perlu menggunakan eufimisme dalam menyampaikan pendapatnya, khususnya tentang hukum di mana pun ia berada, entah sebagai Dosen, Dekan, atau pun anggota DPR”.

Antonius Sujata
Ketua Komisi Ombudsman Nasional RI

“Hakikat keteladanan adalah Integritas. Nurani memerlukan keberanian. Keberhasilan hukum dan penegakan hukum ditentukan integritas, keberanian serta profesionalisme”.

Marsillam Simandjuntak
Mantan Jaksa Agung RI dan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R)

“Memperbaiki kerusakan hukum yang luar biasa, membutuhkan pribadi luar biasa pula, seperti Prof. Sahetapy, ahli hukum yang konsisten melawan ketidak-adilan. Karena itu beliau dipilih jadi Ketua Komisi Hukum Nasional pertama”.

Luhut M.P. Pangaribuan
Wakil Ketua Umum IKADIN

“Nurani dalam hukum dan politik memang sering meninggalkan tempatnya, menghilang atau dihilangkan Prof. Dr. JE. Sahetapy salah satu yang paling risau soal ini. Karena tidak kembali-kembali kerisauan ini, kadang menjadi kemarahan, maka dengan ikut membaca kumpulan tulisan ini akan ikut “marah” bersama. Mengapa nurani itu tidak kembali dalam hukum dan politik?”.

Patra M. Zen
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

“Buku ini dapat mewakili kejernihan akal sehat dari seorang pemikir, ilmuan hukum Indonesia yang berkarakter aktivis dan berani”.



No comments: