Posts

Showing posts from December, 2006

Terima Kasih Ibu, Majulah Perempuan Indonesia

”......pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan untuk menjadi saingan laki-laki. Tapi ....agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke tangannya yaitu menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [dikutip dari Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

22 Desember, 78 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1928, para pejuang perempuan Indonesia untuk kali pertama bekumpul dalam sebuah kongres perempuan yang diselenggarakan di Yogyakarta di sebuah gedung yang sekarang dikenal Mandalabhakti Wanitatama. Kongres yang menghasilkan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) ini di anggap sebagai tonggak sejarah perjuangan perempuan Indonesia. Sebagai simbul perjuangan kaum perempuan, Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Meski demikian, hari itu bukan awal dari pergerakan perempuan Indonesia.


Jauh sebelumnya, muncul sejumlah pejuang pemajuan perempuan Indones…

Charter of the OIC (The Organization of the Islamic Conference)

The Representatives of The Kingdom of Afghanistan, the People's Democratic Republic of Algeria, the State of the United Arab Emirates, the State of Bahrain, the Republic of Chad, the Arab Republic of Egypt, The Republic of Guinea, the Republic of Indonesia, the Islamic Republic of Iran, the Hashemite Kingdom of Jordan, the State of Kuwait, the Republic of Lebanon, the Libyan Arab Republic, Malaysia, the Republic of Mali, the Islamic Republic of Mauritania, the Kingdom of Morocco, the Republic of Niger, the Sultanate of Oman, the Islamic Republic of Pakistan, the State of Qatar, the Kingdom of Saudi Arabia, the Republic of Senegal, the Republic of Sierra Leone, the Somali Republic, the Democratic Republic of Sudan, the Syrian Arab Republic, the Republic of Tunisia, the Republic of Turkey, and the Yemen Arab Republic, meeting in Jeddah from 14 to 18 Muharram, 1392H (29 February - 4 March, 1972); (30 members).

REFERRING to the Conference of the Kings and Heads of State and Government…

THE BILL OF RIGHTS

Amendments 1-10 of the Constitution

The Conventions of a number of the States having, at the time of adopting the Constitution, expressed a desire, in order to prevent misconstruction or abuse of its powers, that further declaratory and restrictive clauses should be added, and as extending the ground of public confidence in the Government will best insure the beneficent ends of its institution;
Resolved, by the Senate and House of Representatives of the United States of America, in Congress assembled, two-thirds of both Houses concurring, that the following articles be proposed to the Legislatures of the several States, as amendments to the Constitution of the United States; all or any of which articles, when ratified by three-fourths of the said Legislatures, to be valid to all intents and purposes as part of the said Constitution, namely:


Amendment I
Congress shall make no law respecting an establishment of religion, or prohibiting the free exercise thereof; or abridging the freedom of…

The ASEAN Declaration

The ASEAN Declaration (Bangkok Declaration)
Thailand, 8 August 1967

The Presidium Minister for Political Affairs/ Minister for Foreign Affairs of Indonesia, the Deputy Prime Minister of Malaysia, the Secretary of Foreign Affairs of the Philippines, the Minister for Foreign Affairs of Singapore and the Minister of Foreign Affairs of Thailand:


MINDFULinterests and common problems among countries of of the existence of mutual South-East Asia and convinced of the need to strengthen further the existing bonds of regional solidarity and cooperation;

DESIRINGfor common action to promote regional cooperation in to establish a firm foundation South-East Asia in the spirit of equality and partnership and thereby contribute towards peace, progress and prosperity in the region;

CONSCIOUSinterdependent world, the cherished ideals of peace, that in an increasingly freedom,,social justice and economic well-being are best attained by fostering good understanding, good neighbourliness and meaningful cooper…

Panwas Pemilu Bukan Sekedar Pengawas KPU

Pada Jum’at, 1 Desember 2006 lalu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meluncurkan buku yang berjudul Efektivitas Panwas : Evaluasi Pengawasan Pemilu. Salah satu rekomendasi menarik buku tersebut adalah Panwas Pemilu tidak diperlukan dalam pemilu. Hal tersebut menarik karena para peneliti merupakan jebolan Panwas Pemilu 2004 dan kajian banyak disandarkan pada hasil pengawasan Pemilu 2004. Benarkah Pemilu di Indonesia tidak butuh Panitia Pengawas?

Rekomendasi di atas didasarkan pada fakta yang terangkum dalam tiga kesimpulan, yaitu: 1) tugas dan fungsi Panwas Pemilu sama dengan pemantau atau pengamat pemilu yang hanya menghimbau, memprotes terjadinya penyimpangan; 2) Panwas Pemilu hanya sekedar tukang pos yang mengantarkan kasus pelanggaran ke KPU/KPUD dan ke Kepolisian; dan 3) tidak ada sengketa dalam sesungguhnya.

Dalam mengkritisi rekemondasi tersebut, terdapat beberapa catatan ringan tapi mendasar. Pertama, tentang pentingnya pengawasan sebagai fungsi manajemen. Kedua, …