Posts

Showing posts from October, 2006

KPK dan pemberantasan Korupsi

Pada Selasa, 10 Oktober 2006, Komisi Hukum Nasional mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Sistem dan mekanisme Pengawasan terhadap KPK. Tiga pemakalah termasuk M Jodi Santoso memaparkan, baik dari aspek ketatanegaraan, aspek sistem peradilan pidana, maupun aspek good governance perlu dilakukan pengawasan secara ketat terhadap KPK.

Salah satu hal menarik yang muncul dalam diskusi adalah sebenarnya bangsa Indonesi ini perlu KPK atau tidak. Apakah KPK dibentuk karena kebutuhan bangsa Indonesia untuk memberantas korupsi atau KPK dibentuk hanya sekedar memenuhi persyaratan untuk mendapat pinjaman luar negeri. Atau mungkin karena kedua alasan tersebut.

Banyak argumentasi spekulatif untuk mendukung pilihan jawaban di atas. Apapun jawaban dan logikanya, KPK akan mengadapi tembok beton raksasa (lebih besar dari tembok cina) yang dibangun dari adonan semen kongkomerat, pasir birokrasi, besi aparat hukum, dan batu akademisi hukum. (semuanya adalah oknum).

Jika di telisik lebih jauh, ada …

Sistem Hukum Indonesia

M Jodi Santoso

Sering orang bertanya, Indonesia menggunakan sistem hukum apa? Apa civil law? Common law? Islamic law? Atau apa? Pertanyaa ini sebenarnya sudah ratusan kali di bahas dan didiskusikan. Tapi hingga saat ini tidak ada yang tuntas menjawabnya

Salah satu ahli menjawab, sistem hukum di Indonesia bayak dipengaruhi oleh sistem hukum Eropa Kontinental (civil law). Tapi apa dengan begitu sistem hukum Indonesia sama dengan civil Law system. Tentu jawabnya tidak. Pengaruh bukan berarti identik.

Sistem hukum Indonesia juga tidak sama dengan sistem hukum Anglo-America. Sebelum kemerdekaan, hanya Inggris, sang Penjajah, yang mencoba menerapkan beberapa konsep peradilan ala Anglo Saxon seperti Sistem Jury dan konsep peradilan pidana. Namun, sejak akhri 70-an, konsep hukum yang biasa digunankan di sistem Anglo America banyak diadopsi dalam sistem hukum Indonesia. Tidak hanya konsep-konsep hukum pidana. Konsep perdata dan hukum ekonomi banyak berkiblat pada perkembangan hukum di Amerika.

A…

Piagam Madina (versi Inggris)

1. This is a document from Muhammad the Prophet (may Allah bless him and grant him peace), governing relations between the Believers i.e. Muslims of Quraysh and Yathrib and those who followed them and worked hard with them. They form one nation -- Ummah.

2. The Quraysh Mohajireen will continue to pay blood money, according to their present custom.

3. In case of war with any body they will redeem their prisoners with kindness and justice common among Believers. (Not according to pre-Islamic nations where the rich and the poor were treated differently).

4. The Bani Awf will decide the blood money, within themselves, according to their existing custom.

5. In case of war with anybody all parties other than Muslims will redeem their prisoners with kindness and justice according to practice among Believers and not in accordance with pre-Islamic notions.

6. The Bani Saeeda, the Bani Harith, the Bani Jusham and the Bani Najjar will be governed on the lines of the above (principles)

7. The Bani Amr,…

Mohon Maaf, Berikan Doa/Restumu

Maafmu mengiringi langkah-ku. Doamu menuntunku menggapai cita-ku. Keikhlasanmu menjadi semangat baru bagiku.

Maafkan Salahku.
Selamat hari raya idul fitri.
Dan.
Berikan doa/restumu untuk pernikahan ku
pada Jum'at, 27 Oktober 2006 di Lamongan Jawa Timur.

Semoga :

Jiwa-jiwa yang suci ini mendapat cinta-NYA. Hati yang putih ini mendapat kasih-NYA

M. Jodi Santoso




Prasasti Dinoyo

Prasasti Dinoyo dibuat pada masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan. isi prasasti ini adalah sebagaimana berikut :

o Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja yang sakti dan bijaksana dengan nama Dewasimha
o Setelah Raja meninggal digantikan oleh puteranya yang bernama Sang Liswa
o Sang Liswa terkenal dengan gelar Gajayana dan menjaga Istana besar bernama Kanjuruhan
o Sang Liswa memiliki puteri yang disebut sebagai Sang Uttiyana
o Raja Gajayana dicintai para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketentraman diseluruh negeri
o Raja dan rakyatnya menyembah kepada yang mulia Sang Agastya
o Bersama Raja dan para pembesar negeri Sang Agastya (disebut Maharesi) menghilangkan penyakit
o Raja melihat Arca Agastya dari kayu Cendana milik nenek moyangnya
o Maka raja memerintahkan membuat Arca Agastya dari batu hitam yang elok
-----------

Prasasti Dinoyo ini di ambil dari http://masyayax.blogspot.com/2005/07/sejarah-kota-…

PIAGAM JAKARTA

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai (lah) kepada saat jang berbahagia dengan selamat-sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Ind…